Id yang secara alamiah berkembang pada diri manusia memerlukan ego sebagai pelaksananya. Id yang tidak dapat dilakukan akan menimbulkan disequilibrium serta ketegangan pada jiwa seseorang. Begitulah sekiranya hubungan yang dapat tergambar dari tangis dan emosi. Sebuah media cetak menjelaskan bahwa emosi sifatnya mengalir, jika terhambat akan menimbulkan stress. Otak yang bertengger di kepala kita tidak terdisain sebagai tempat penampung stress dalam kurun waktu yang lama. Jika sebuah masalah tidak segera dicari jalan keluarnya, maka otak akan melimpahkan ketegangan-ketegangan tersebut kepada organ tubuh yang lemah. Jika seseorang mempunyai lambung yang lemah, maka lambung akan terasa perih jika orang tersebut terhimpit dengan permasalahan yang tak kunjung terselesaikan. Hal yang sama juga akan terjadi pada organ tubuh lain yang lemah, organ tersebut juga akan terkena dampak dari stress ang tidak terselesaikan. Kondisi seperti ini dinamakan dengan gejala “psikosomatis”
Seorang ilmuwan Amerika Randolph Cornelius pada 1986 melakukan penelitian yang hasilnya adalah bahwa menangis adalah terapi psikologis yang manjur untuk melepas emosi jiwa. Seseorang yang menangis akan mengeluarkan isakan yang membuat hati menjadi lega sehingga akan membawa pada kondisi tunuh yang segar dan ringan setelah menangis. Ada hal yang menarik dari kandungan protein yang dimiliki oleh air mata. Dr. William Frey dan Dr. Vincent Tuason menghasilkan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa air mata yang keluar akibat pengaruh emosional memiliki protein yang lebih banyak dari pada air mata yang dipaksakan keluar menggunakan bawang merah.
Seorang wanita cenderung menjadi pemikir dari pada laki-laki. Tapi, Allah maha adil. Pada tubuh perempuan diproduksi hormon prolactin. Yaitu hormon yang berfungsi mengatur distribusi air susu ibu. Meningkatnya prosentase prolactin akan menyebabkan seseorang akan terdorong untuk mengeluarkan air mata. Pernyataan tersebut bisa dijadikan salah satu alasan perempuan lebih memilki jiwa yang sehat, tahan menderita dan sedikit penyakit jika dibandingkan laki-laki.
Kebanyakan laki-laki cenderung menahan rasa tangisnya. Kejantanan mereka dipertanyakan jika air mata mengalir melewati pipinya. Sungguh hal yang mengenaskan jika mereka tahu banyaknya manfaat yang didapat jika dapat mengeluarkan air mata disaat emosi tidak stabil. Para laki-laki hendaknya bela jar dari pernyataan yang pernah dilontarkan oleh Dr. William Frey “Kita tidak perlu merasa menjadi manusia kuat dengan menahan air mata yang alami atau sehat itu.” Silahkan anda menangis, seorang manusia akan lebih terpandang di mata Allah, jika ia mampu menghiba dan menangis saat berdo’a kepada-Nya.
Air mata yang keluar karena ssebuah tangisan mengantongi berbagai manfaat. Selain dapat mengurangi beban jiwa air mata juga digunakan sebagai terapi mengurangi emosi dalam diri. Air mata akan semakin berkualitas jika ditempatkan pada tempat yang berkualitas pula. Kita dapat belajar dari Firman Allah dan beberapa hadit berikut:
“Apabila dibaca ayat-ayat Allah yang Maha pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis” (Maryam 58)
”Bacalah Al-Qur’an dalam keadaan menangis. JIka kalian tidak bisa menangis maka berpura-puralah menangis” (HR. ibnu Majah)
“Aku haramkan neraka kepada mata yang selalu menangis karena takut kepada Allah (HR Akhmad dan Nasa’i)
Begitu mulianya orang yang menangis karena Allah. Bahkan orang yang tidak dapat menangis menunjukkan bahwa hati orang tersebut telah mati, karena tidak mampu merasakan sesuatu yang terjadi disekitarnya. Karena pada intinya air mata adalah sebuah pengungkapan emosi yang dapat berupa kesedihan ketakutan, kegembiraan ataupun kesakitan. Allah lah yang mengendalikan segala sesuatu yang ada pada diri kita. Semoga air mata ini senantiada terjaga, dan mampu menetes saat mengingat segala khilaf kepada-Nya.
By: Dian Ayuning SP (Sholehah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
koment