Untuk seorang kakek yang selalu kutemui pada pertigaan di jalan setapak menuju SD Kalirejo, jangan pernah berhenti untuk tersenyum karena aku bahagia melihatnya…
Dia selalu duduk pada kursi tua
Sambil menghadap ke arah jalan
Memandangi pada pertigaan jalan sengang di hadapannya
Setiap ada yang lalu dia akan melongok
Melihat pada yang lewat
Seolah ia sedang menunggu kedatangan seorang
Dia hanya duduk pada kursi tua
Yang ditaruh di depan pintu belakang rumahnya
Sepanjang hari memasang wajah renta
Dengan kacamata tebal dan mulut yang sedikit ternganga
Sudah beberapa bulan ini dia terkena stroke
Dia selalu duduk terpekur memandangi jalan
Tak jelas apa yang sebenarnya dipikirkan
Apakah sebuah kekelaman masa lalu atau….
sebuah masa depan dalam kesahajaan yang lain
Dia hanya menerawang entah pada apa
Dia hanya diam sambil duduk pada kursi tua
Dia tidak tahu dan mau tahu
Bagaimana era ini bergulat untuk bertahan hidup
Dia tidak pernah tahu bahwa Andrea Hirata sudah mencetak Maryamah Karpovnya atau belum
Dia tidak pernah mengerti mengapa Artalita Latief belum juga dijebloskan penjara dengan kasus BLBInya
Dia tidak pernah sadar bahwa harga BBM sudah mulai naik dan banyak mahasiswa turun ke jalanan memberontak tak sepakat dengan pemerintah
Dia tidak akan tahu pulau Indonesia bagian mana lagi yang akan dijual pada keserakahan manusia
Dia tak peduli lagi
Sudah cukup baginya berujar
Sudah cukup baginya berjuang
Sudah cukup baginya tak dipedulikan
Dan lihatlah sekarang betapa tak pedulinya dia pada semua yang terjadi ini….
Created by : Aisyah
JANGAN YANG TERLALU SERIUS DONK....
BalasHapuskasih artikeel yang ringan... ok ok ..
kunjungi punyaq y.....
BalasHapuswww.rienomahika.blogspot.com
ok ok
thanks for your coment
BalasHapusoce dech kakak!!!!!!!!